Pages

Wednesday, October 26, 2011

Surat yang melelahkan


“Menurut kalian ada ga sih surat yang bikin kita lelah?” “Hahaha, jawabannya ada”. Kaya surat  yang kami (saya dan lidia bakkara kerjakan). Hari ini bisa dibilang memang hari yang melelahkan. Kami berdua ingin mengurus surat rekomendasi dosen untuk pengajuan beasiswa. Kami ke kampus melihat persyaratan apa aja sih yang diperlukan untuk mengajukan beasiswa. Kami melihat informasi yang ada pada dinding ruang sekret lama “bisa disebut  sebagai tempat mading juga”. Setelah kami kesana, kami ke secret yang di gedung baru. Kami ke bagian front office dan sambil bertanya-tanya persyaratan apa saja. Mbak front office memberikan formulir yang harus kami isi jika ingin mengajukan beasiswa. Pada bagian lembar belakang, ada bagian menyatakan dapat disertai surat rekomendasi dari pemimpin program keahlian.
 Nah, bagian ini yang membuat kami berfikir harus dikerjakan. Kemudian kami kembali ke kosan dan mengisi formulir tersebut. Saat mengisi lidia berkata”kita sms bu Armi aja, biar kita minta rekomendasi dari dia”. Terlintas seperti itu, segera lidia mengsmsbu Armi dan ternyata ibu tersebut ada di ruangannya “ GG(kampus gunung gede)”. Kami segera kesana dan bertemu dengan beliau. Kami mengutarakan maksud kedatangan dan segera ibu itu meminta kertas yang ada di tangan kami untuk ditanda tangani. Kami pun mengatakan “itu formulirnya ibu”. “iya kami ingin bertanya tentang surat rekomendasi itu membuatnya bagaimana?” dan ibu itu menjawab “oh, itu kalian melihat aja dari teman yang kemarin juga ada yang meminta tanda tangan ibu untuk surat seperti ini, kalian copy aja dan edit ganti namanya jadi nama kalian”. “seperti itu ya bu, iya kami minta surat dari mereka dan tinggal diedit aja”. Aku pun bertanya “ibu ada disini sampai jamberapa bu?” dan segera ibu menjawab “sampai jam 3”. Ada waktu untuk membuat surat itu dan sekeluarnya dari ruangan ibu itu saya Mendengar itu kami pergi ke tempat teman yang dimaksud dan meminta contoh surat yang dimaskud.
Kami mengerjakan surat itu namun surat yang mereka buat tidak sesuai sebagai surat rekomendasi dari dosen malah surat izin untuk mengikuti pendaftaran beasiswa. Karena itu tidak sesuai, mau tidak mau kami mengganti kata-kata perijinan dengan rekomendasi. Setelah dibuat dan diprint, tak lama aku pun sadar bahwa kepada yang tertuju dari surat ini belum diedit juga. Kami pun tertawa “hahhahhaha ko bisa sih udung banget, udah malah ga disave lagi yang tadi kita bikin. Karena ngeditnya juga di tempat fotocopyan” Berhubung sudah lelah kami kembali ke kosan dengan perut laper(lebih tepatnya aku sihh yang lapar). Kembali mengerjakan dikosan dan sampai tertidur karena lelah. Lidia pun datang ke kosan ku untuk mengajak pergi lagi ke kampus. Setelah bangun lalu bergegas ke kampus dan pergi ke fotocopyan untuk ngprint surat yang udah dibuat. Disan ada juga yang diedit juga. Setelah diprint dan sambil nyeloteh “bener nih ga da lagi yang mau diedit? Dah kan dah bener? Biar di close Ms.wordnya tanpa disave.” Karena merasa sudah bener kami pun pergi ke kampus.
Di perjalanan lidia membaca-baca  surat yang telah jadi dan “ihhh, parah ada yang salah lagi.. mau tau ga salahnya dimana? Parah banget tau fatal banget” ujarnya dengan ekspresi rada kesal. “salah apa sih? Salah lagi? Yang mana?” ihh, lw liat sendiri deh parah banget tau...  yang ini ni...” sambil menunjuk bagian yang salah. Aku pun terkejut dan bagian itu adalah pada surat ditujukan kepada bapak Suwarno namun pada pengucapan terima kasihnya malah Bapak/Ibu.  “wahh, parah banget...” “iya ini tuh fatal, nanti dia baca dan pasti bilang emang saya kelaminnya samar-samar? Pake Bapak/Ibu lagi” “hahahha kami pun tertawa hahahha sambil tertawa terbahak-bahak dan agak kesal juga” “masa dari tadi kerjaan kita ga da yang beres.. mungkin ini awal dari kita bisa diterima pengajuannya(dapet beasiswa)...” “hahahaa... iya mungkin aja.. aminn...” hal ini mungkin aja terjadi karena tidak disertai doa dulu sebelum melakukannya. Kami pun ke fotocopyan yang ada di GG. Setelah kesana teryata ga bisa ngeprint.. ya udah deh, terpaksa kertas yang tadi ditip-ex bagian yang ada ibunya.. disana pun lama dilayaninnya karena banyak juga yang dekerjakan oleh mas-mas nya.. “haha ada aja, pas udah selesai punya lidia kelihatan banget kaya difotocopy..” “iya semoga aja ini awal dari kita sukses nanti... aminnn” “ia amin...” setelah itu kami menuju ke ruangan bu armi dan disana bu Armi sedang berbicara dengan pak Adi dan ada pak Ashadi juga disana. Kami mendekat sambil rada-rada grogi karena ada dosen yang laen. Hampir mendekati mereka pak Ashadi bertanya” ada apa?” “ ini pak, mau minta tanda tangan bu Armi untuk surat rekomendasi pengajuan beasiswa” “oh,... kalian mirip ya... kamu liadia kan? Kamu? Sambil menunjukku “nova ,pak”jawabku.. “Malah ga mirip sama kakanya.. malah mirip sama kamu” kata pak Ashadi sambil menunjuk ku.. “hahaha bapak orang yang sekian, yang bilang seperti itu..  hahahha kami berdua tertawa”  menunggu bu Armi selesai berbicara dengan pak Adi dan pak Ashadi.. dan ibu Armi pun meminta kertas yang ditangan kami dan menandatanganinya..
Ending dari usaha kami itu pun berakhir dari pagi sampai sore.. Cuma dan hanya untuk kertas itu doank dan Cuma untuk minta tanda tangan..”hahah sungguh melelahkan “ tapi memang surat itu penting juga.. “semoga aja kami berdua bisa mendapatkan beasiswa, lumayan lah meringankan beban orang tua.. hehe, aminn” “semoga Tuhan beserta kami”

1 comment:

There was an error in this gadget