Pages

Monday, November 28, 2011

LAPORAN PRAKTIKUM 1 MIKROBIOLOGI



PENGENALAN ALAT LAB DAN TEKNIK STERILISASI
NAMA              :Novalia Lorenta
NIM                 : J3L110055
PK/KELAS         :Analisis Kimia / A P1

Pengenalan Alat
No
NAMA ALAT
FUNGSI
1
Autoclave


Autoclave merupakan alat yang digunakan dalam menstrilisasi alat-alat di laboraturim. Alat akan digunakan pada laboratorium harus dipastikan kebersihannya serta bebas dari bakteri yang mungkin akan diam tinggal di alat itu. Proses strilisasinya sendiri terjadi jika suhu telah mencapai 121°C pada air dalam autoclave selama 15 menit. Alat ini bekerja dengan suhu yang tinggi selain itu bertekanan tinggi dari uap yang dihasikan.
2
Laminar  Air Flow


Alat ini digunakan mensterilisasi udara dari hal pengganggu saat memasukkan bakteri kedalam media atau sebaliknya. Saat melakukan pengerjaannya diduga ada udara yang mengandung mikroorganisme lain yang masuk saat media terbuka sehingga diperlukan keadaan yang sangat steril agar tidak mempengaruhi hasil nantinya. Proses sterilisasi ini didukung dengan adanya lampu UV dan aliaran udara yang bergerak dari bawah ke atas sehingga dialirkan ke luar dari atas. Sinar UV ini dimanfaatkan karena dengan panjang gelombang yang kecil dapat menghasilkan energi besar yang dapat mematikan mikroorganisme itu.
3
Inkubator
Inkubator berfungsi untuk menginkubasi bakteri pada suhu tertentu tergantung ketahanannya untuk hidup. Hal ini disebabkan beberapa bakteri berbeda suhu yang dapat mendukung agar tetap hidup. Alat ini dilengkapi dengan tombol pengatur waktu dan suhu. Penggunaan inkubator ini harus diperhatikan seperti saat membuka pitu alat ini jangan terlalu lebar karena suhu yang di dalam  akan berkurang.
4

Water Bath

Fungsi water bath cukup beragam dalam laboratorium mikrobiologi, salah satunya ialah untuk inkubasi dalam waktu singkat seperti perlakuan suhu panas, reaksi aglutinasi, dan menjaga media agar tetap cair sebelum dituang. Keunggulan waterbath dibandingkan dengan incubator, yaitu waterbath lebih cepat mencapai temperatur yang diinginkan dan tidak cepat kehilangan panas karena mempergunakan air dalam distribusi suhu. Air yang digunakan pada penangas air ini sebaiknya aquades karena menghindari timbulnya kerak saat air dipanaskan pada suhu tinggi. Alat ini dilengkapi dengan tutup pada bagian atas yang berfungsi mencegah penguapan secara berlebihan saat suhu tinggi.

5
Sentirifuge

Centrifuge dalam mikrobiologi digunakan untuk mengendapkan atau memekatkan sel mikroorganisme sehingga dapat dipisahkan antara medium (supernatan) dan selnya yang mengendap (natan). Proses yang digunakan ialah dengan cara berputar dan akan terpisahnya sel bakteri dengan mediumnya didasarkan pada perbedaan bobot jenisnya.
6
Thermal cycler
Alat ini berfungsi dalam memperbanyak DNA.
7
Mikroskop
Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat mikroorganisme yang ukurannya tidak mampu lagi dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop ini terdiri dari lensa okuler yang digunakan melihat langsung dengan mata dan lensa objektif yang digunakan dekat pada objek. Mikroskop pada laboraturium mikrobiologi ini menggunakan mikroskop cahaya yang perbesarannya dari 40 kali hingga 1000 kali. Selain itu, mikroskop ini juga memiliki yada pisah dari dua objek yang terlihat sebagai satu titik bila dengan mata telanjang.

8
Freezer


Freezer umumnya memiliki suhu 0 sampai -200C. Suhu beku ini dimanfaatkan  untuk menyimpan bahan yang akan rusak jika dibiarkan dalam keadaan tidak beku, seperti reagen, enzim, faktor pertumbuhan atau larutan tertentu. Selain itu, ada mikroorganisme yang digunakan disimpan dalam freezer karena pada suhu beku bakteri dapat ditidurkan. Namun, tidak semua mikroorgnisme tahan terhadap suhu beku sehingga harus tahu terlebih dahulu dapat diberikan perlakuan pembekuan atau tidak.

9
Elektroforesis

Alat ini digunakan untuk mengalirkan DNA pada chamber(bak cetak agar).
10
UV Transiluminator
UV transmilator ini digunakan  mempermudah melihat DNA yang telah dialirkan menggunakan elektroforesis. Alat ini memanfaatkan sinar UV yang dapat memandarkan DNA tersebut sehingga dapat terlihat oleh mata kita.
11
Micropipet


Mikropipet ini digunakan sebagai alat memindahkan cairan atau sampel (mikroorganisme) dengan volume yang yang sangat kecil. Alat ini memiliki kisaran cairan yang dapat terambil, yaitu 20-200 nL. Alat ini tergolong teliti dan sesuai volume yang nantinya kita inginkan dengan yang terambil.
12
Cawan Petri
Cawan petri berfungsi sebagai tempat media perkembangbiakan bakteri sehingga media (agar) dapat diletakan pada wadah ini juga. Alat ini dilengkapi dengan tutup sebagai pelindug dari udara dan mikroorganisme bebas lainnya.
13
Jarum Inokulasi

Jarum inokulasi ini digunakan dalam pemindahan bakteri dari satu media ke media lain sebagai usaha pengembangbiakannya. Alat ini juga dapa disterilkan dengan membakar pada bunsen karena terbat dari kawat nikrom.
14
Spreader
Spreader digunakan sebagai alat bantu dalam penyebaran bakteri setelah dipindahkan ke media baru agar lebih merata pada permukaan media. Penggunaan alat ini saat memindahkan bakteri dapat dilakukan dengan cara zikzak pada media yang baru.  
15
Pembakar Bunsen
Alat ini digunakan sebagai usaha sterilisasi alat dari kotaminasi pengganggu yang mungkin dapat mempengaruhi hasil yang kita harapkan nantinya, misalnya jarum inokulasi dan saat pemindahan bakteri ke media lain.      
16
Yellow Tips
Digunakan pada mikro  pipet  untuk mengambil  larutan  dalam  ukuran  mikro  (20µl sampai  200µl)

17
Blue Tips

Digunakan pada  mikro pipet untuk mengambil larutan dalam dalam ukuran mikro (100µl sampai 1000µl)

18
Tabung Durham


Tabung durham digunakan sebagai wadah penampung media agar dalam proses pembiakan bakteri. Media agar yang dituangkan dituang saat cair dalam posisi miring agar mempermudah pengambilan atau pun peletakan bakteri nantinya.

19
Media Pertumbuhan
Bakteri

EMBA, NA,NB, MRSA, TSB,PCA, APDA, PGYA, VRBA



                                                
Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba, isolasi, memperbanyak jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi.

EMBA (Eosin Methylene Blue Agar)
Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. aureus, P. aerugenosa, dan Salmonella. Mikroba yang memfermentasi laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam. EMB (levine) merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung.
Nutrient Agar
Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar.
Nutrient Broth
Nutrient broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Intinya sama dengan nutrient agar.

MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar)

MRSA merupakan media untuk memperkaya, menumbuhkan, dan mengisolasi jenis Lactobacillus dari seluruh jenis bahan. MRS agar mengandung polysorbat, asetat, magnesium, dan mangan yang diketahui untuk beraksi/bertindak sebagai faktor pertumbuhan bagi Lactobacillus, sebaik nutrien diperkaya MRS agar tidak sangat selektif, sehingga ada kemungkinan Pediococcus dan jenis Leuconostoc serta jenis bakteri lain dapat tumbuh.
Trypticase Soy Broth (TSB)
TSB adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen.
Plate Count Agar (PCA)
PCA digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan.
APDA
Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel. Khamir dan yeast akan tumbuh dengan optimal pada media yang sesuai.
PGYA
Media ini berfungsi untuk isolasi, enumerasi, dan menumbuhkan sel khamir. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini, PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir.
VRBA (Violet Red Bile Agar)
VRBA dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa, sedangkan sel mikroba bersifat asam. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E.coli.

20
Tabung Eppendroft

Untuk menyimpan bakteri beserta medianya dan menyimpan materi genetik bakteri berupa DNA maupun  RNA.









Berikut cara penggunaan autoclave dalam proses sterilisasi.
a.       Sambungkan adaptor  dengan sumber  listrik.
b.      Pastikan autoclave terisi oleh air aquadest.
Perhatikan pada tabung water level, aquadest yang dimasukkan kedalam tabung tidak boleh lebih dari high water level dan tidak kurang dari batas  low water level.
c.       Lalu masukkan alat dan bahan yang akan disterilisasi kemudian tutup
Kencangkan kemudi penutup dengan berputar searah jarum jam sampai klep dan katup tertutup secara horizontal.
d.      Lalu nyalakan tombol power 2 buah.
e.      Naikkan sekring, tekan on pada tombol on/off, atur suhu hingga 121°C.
f.        Lalu tunggu hingga parameternya menunjukan suhu 121o C .
g.       Set timer (15 – 20 menit), sampai alarm berbunyi menunjukkan proses sterilisasi selesai.
h.      Matikan tombol power , lalu putuskan arus listrik antara adaptor dengan sumber arus.
i.         Kemudian tunggu sampai jarum menunjukkan  angka  0.
Barulah bisa dibuka pembuka katup.
Setelah dibuka biarkan sisa uap menghilang terlebih dahulu, jika uap sudah tidak ada alat bisa diambil dan siap digunakan.


2.       Teknik sterilisasi
Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. Teknik sterilisasi dilakukan saat suatu benda dibebaskan dari mikroorganisme saat mencapai suhu 121C selama 15 menit. Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi.
1. Sterilisai secara mekanik (filtrasi),yaitu menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0.22 mikron atau 0.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas, misal nya larutan enzim dan antibiotik.
2. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran.
· Pemanasan
a. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung, contoh alat : jarum inokulum dan pinset.
b. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca, misalnya Erlenmeyer dan tabung reaksi.
c. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi.
d. Uap air panas bertekanan : menggunakan autoklaf.
· Penyinaran dengan UV
Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi, misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV.
3. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol.

No comments:

Post a Comment